Jembatan Rangka baja

Truss adalah jembatan yang bangunannya terbuat dari rangka baja, karena itu umumnya disebut jembatan rangka. Jembatan rangka adalah salah
satu jenis jembatan yang menggunakan tecknologi konstruksi baja modern tertua, karena telah ada sebelum berkembangnya tecknologi beton, dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan pengetahuan tentang tecknolgi konstruksi baja. 

Sekarang ini kita dapat melihat jembatan rangka dengan rentang yang sangat panjang dan indah sekaligus merupakan kebanggaan para Insinyur yang terlibat dalam konstruksi baja. 

Girder adalah jembatan yang menggunakan bentangan balok sebagai penopang lantai jembatan. Balok bisa jadi dari bahan kayu atau dibuat dari bahan beton namun girder lebih cenderung dipahami sebagai penggunaan balok baja. Dalam bahasa lain bentangan balok penyangga disebut sebagai gelagar sedangkan lantai jembatan disebut geladak hingga disebut juga jenbatan gelagar. Penggunaan kata geladak juga kita temukan pada kapal yang artinya lantai kapal.

Welded Beam adalah balok baja yang dibuat dari lembaran plate baja melalui proses pengelasan. Design dan ukuran welded beam dibuat sesuai kebutuhan

Welded Beam memiliki peran penting dalam memenuhi material konstruksi baja standard maupun non-standard. Kelebihan welded beam adalah ketersediaan ukuran dimana welded beam memenuhi kebutuhan khusus terutama ukuran besar yang tidak dapat dipernuhi melalui proses canai panas (Hot Rolled)

Aplikasi :

  • Bangunan umum, biasanya menggunakan Mild  Sheet Plate JIS G 3101 SS400 atau ASTM A36.
  • Power plant, biasanya menggunakan Mild  Sheet Plate High Strength Low Alloy ASTM A 572 50
  • Jembatan, biasanya menggunakan Mild  Sheet Plate High tensile Plate JIS G 3106 SM 490 YA dan SM 490 YB

Standard produksi Welded Beam biasanya  menggunakan standar  JIS G 3192 (Japanese Industrial Standard) atau AWS D1.1 (ASTM Standard, USA)

Selain Ukuran Welded Beam yang dapat dibuat sesuai dengan perencanaan, standard material sesuai ASTM, JIS atau standard international lainnya, panjang profil, PT. Sinarindo Mandiri Perkasa juga melayani pebuatan sesuai pesanan, sehingga dapat mengefesienkan penggunaan material.

Menghitung  jumlah kebutuhan kawat las dari suatu proyek merupakan sesuatu yang penting, kenapa ini menjadi penting?... karena kadang kala waktu yang diberikan pemilik proyek kepada para kontraktor untuk mengajukan penawaran sangat pendek.


A. Menghitung berat logam las per meter.
 
untuk menghitung berat logam las persatuan panjang (meter) yang perlu kita ketahui adalah :
1.    Luas area (A)
2.    Panjang las (L)
3.    Tebal logam las (T)


untuk kasus gambar di atas, maka kita dapat menghitungnya ;

A (luas area) = 1/2 x 8 x 8 = 32 mm2
Volume las untuk 1 meter panjang las V = A x L = 32mm2 x 1000 mm = 32000 mm3  = 32 cm3

jadi :

jika berat jenis baja karbon (mild steel) = 7,85 gr/cm3 maka berat logam las untuk 1 meter = 32 x 7,85 = 251,2 gram = 0,251 kg/m

cara menghitung ini berlaku untuk bentuk-bentuk sambungan tanpa reinforcement. jika ada reinforcement maka jumlah kawat las ditambah sekitar 3%.

B. Menghitung kebutuhan kawat las
Untuk menghitung kawat las yang dibutuhkan cukup menggunakan rumus :
     G =  (GL  x  P) / DE
G = Jumlah kawat las
GL = Berat logam las persatuan panjang (meter)
P  = Jumlah panjang sambungan las
DE = Deposition efficiency

Deposition Efficiency adalah perbandingan antara jumlah logam las yang dihasilkan dengan jumlah kawat las yang dipakasi dan dinyatakan dalam persen (%).

DE   =  Berat logam las (weld metal) / berat kawat las yang dipakai
biasanya data deposition efficiency ini dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan pembuat kawat las.

Cacat Las Porositas adalah salah satu jenis cacat pengelasan yang disebabkan karena terkontaminasinya logam las dalam bentuk gas yang terperangkap sehingga di dalam logam las terdapat rongga- rongga.
Porositas merupakan cacat las yang cukup umum, tetapi juga cukup mudah untuk memperbaikinya. Porositas terjadi dalam bentuk lubang bulat, yang disebut spherical porosity, Jika lubangnya memanjang  disebut wormholes atau piping.

Hydrogen Cracking  atau disebut juga delay cracking adalah salah satu mekanisme dari retak dingin (cold cracking) yang terjadi pada temperatur rendah dibawah 150˚C yang dapat ditemukan di daerah HAZ ataupun logam las tergantung dari pada jenis baja yang dilas.

Rigging adalah suatu metoda untuk menangani material  beban besar dengan menggunakan tali, baik tali dari serat sintetik ataupun tali serat baja atau sling.
adapun jenis-jenis peralatan rigging antara lain :
1.       SHACKLE
Shackle adalah alat bantu pengait antara mata Sling dengan pengait Obyek tertentu dan terbuat dari bahan steel, Shackle berfungsi untuk menghubungkan Sling dengan pengait obyek sehingga apabila pengait Obyek berbentuk lingkaran maka untuk menghubungkan sling harus menggunakan Shackle.

Di dalam dunia pengelasan ada musuh yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang memproduksi suatu produk barang dengan menggunakan proses pengelasan. Hal tersebut ditakuti karena memang akan sangat mengganggu kualitas dari suatu produk las-lasan tersebut. Selain itu juga dapat mengakibatkan kegagalan suatu prosuk tersebut yang bisa merimbas kepada keselamatan pemakai produk barang tersebut. Sehingga mereka dengan sekuat tenaga menghindari musuh ini dengan berbagai cara termasuk dengan membuat standard2 mutu lassan yang terbebas dari musuh ini.

Konstruksi baja merupakan suatu alternatif utama dalam pembangunan gedung dan struktur yang lainnya baik dalam skala kecil maupun besar. Hal ini dikarenakan material baja mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan bahan konstruksi yang lain.